MEMAHAMI
Pagi ini terasa tenang dengan al-kahfi dan maryam. Mungkin juga karena kuluapkan semua gundahku ke orang yang tepat semalam. Dia mengajariku bagaimana mengontrol emosi buruk dengan tenang. Hari itu pula aku belajar bahwa ternyata manusia pasti mengalami fase kehilangan jati diri yang sekarang sedang kualami. Tempat baru, orang-orang baru, suasana baru, budaya baru itu semua yang menjadi faktornya terlebih aku sedang menyukai seseorang. Disitulah aku mulai hilang kendali diriku. Aku lupa bagaimana hebatnya aku dulu ketika mengontrol emosi buruk dan perasaan. Bagaimana aku selalu berusaha untuk tidak mudah terbawa suasana. Perasaan dan emosi itu tidak salah, mereka memang secara alamiah bagian dari manusia tinggal bagaimana kita mengontrol semua itu tanpa harus menyakiti diri sendiri. Untuk perasaan itu aku akan menyimpannya erat-erat. Alih-alih aku marah dengan diriku aku akan berterima kasih padanya dalam diam. Terima kasih karena sudah membuatku belajar cara meredam amarah, sabar, dan mengerti. Aku tidak bisa mengeluh apapun lagi. Jika saat itu mengingatmu membuatku sedih sekarang aku akan mengingatmu dengan rasa bahagia. Aku akan mengingat momen dimana kita pernah berpijak dibumi yang sama, melihat langit yang sama sambil betukar canda hingga ledekan yang menyebalkan, berbagi cerita hidup dan mimpi-mimpi besar dengan mata berbinar dan senyummu yang lebar. Terima kasih sudah mengambil bagian besar di hatiku semua memori indah akan selalu terkenang.
Comments
Post a Comment